Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan

ATLANTIS Di Indonesia. Kemungkinan Arkoelogi


Atlantis adalah sebuah kata yang menjadi magnet para peneliti masa silam dan para pencari harta karun. Para pencari harta karunlah yang terutama tidak berhenti menyibak misteri Atlantis, karena mencari bagaikan berjudi yakni bayangan pundi-pundi emas yang sangat memikat hati. Atlantis ditengarai sebagai suatu wilayah yang pernah jaya pada sekitar 11.600 tahun yang lalu. Peristiwa geologi pada sekitar periode tersebut cukup baik terekam dalam lapisan-lapisan tanah. Akan tetapi, fakta arkeologi dari periode tersebut masih sangat minim. Hal inilah yang membuat segalanya masih mungkin terjadi. Sampai sejauh ini ratusan bahkan mungkin ribuan lokasi di berbagai negara yang disebut-sebut sebagai Atlantis, misalnya di berbagai lokasi di Laut Tengah, Samudra Atlantis, Samudra Pasifik, dan Samudra Hindia. Arysio Santos, seorang ahli geologi dan fisikawan nuklir, melalui buku Atlantis: The Lost Continent Finally Found (2010) menyebut bahwa Atlantis berada di Indonesia.

Sawah Terasering Peninggalan Suku Inca

Suku Inca terkenal sebagai suku yang mempunyai peradaban dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Mulai dari ilmu perbintangan, penanggalan, perburuan, dan masih banyak lagi. Salah satu bukti tingginya peradaban suku inika ini adalah tingginya peradaban sistem pertanianya.

Hal ini dibuktikan dengan penemuan sistem sawah terasering suku inka yang sangat terukur dan indah di sebuah wilayah bernama Maras City yang juga merupakan salah satu tempat tinggal suku Inca di zaman dahulu.




Piramida di Indonesia


Gunung di Garut, Jawa Barat itu bernama Sadahurip. Namun, ada juga orang yang menyebutnya dengan Gunung Putri, Gunung Leutik, atau Gunung Cinta. Masyarakat lokal bahkan punya sebutan sendiri: gunung keramat.
Bentuknya memang tak biasa. Alih-alih kerucut, bentuk puncaknya mirip bangunan piramida seperti yang ada di Mesir. Gunung Sadahurip atau Gunung Putri kini menjadi buah bibir, gara-gara Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana menemukan anomali. Diduga ada bangunan piramida buatan manusia di dalamnya. Sebutan “gunung piramida” pun sontak populer.
Yang luar biasa, “piramida Garut” diperkirakan lebih besar dan jauh lebih tua dibanding Piramida Giza di Mesir. Sekitar 10.000 tahun sebelum Masehi. Dibutuhkan proses eskavasi untuk membuktikan kebenarannya.
Anggota tim, Iwan Sumule mengatakan, semua proses ilmiah dan berbagai metode yang dimungkinkan dan disyaratkan telah dilakukan di sana. Termasuk georadar dan geolistrik, juga pengujian dengan carbon dating. Hasilnya, “ini bukan alami, melainkan man made,” kata dia kepada VIVAnews.com, Kamis 1 Desember 2011.
Tim, dia menambahkan, juga menggunakan metode Interferometric Syntetic Aperture Radar (IFSAR). “Dihasilkan gambar yang benar-benar telanjang. Bisa dilihat, (dari gambar) yang berwarna kuning adalah batu. Sementara warna biru adalah air,” jelas Iwan.
Jika disinar, batu akan memantulkan cahaya. Itulah yang ditangkap IFSAR. Apakah sudah pernah dilakukan penggalian tanah hingga lapisan batuannya? “Sudah, cuma beberapa meter saja. Batu itu yang kami gunakan untuk tes carbon dating,” kata Iwan.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme